Entah sejak kapan aku kecanduan sebuah manga berjudul Yotsuba&! [よつばと!] (Yotsuba to! -) Sebuah manga dari Kiyohiko Azuma [東清彦] (yang juga menulis sebuah komik 4koma Azumanga Daioh [あずまんが大王]). Bertemakan kehidupan sehari-hari seorang gadis kecil berumur 6 tahun. Sepintas bagi beberapa orang mungkin genre seperti ini tidak terlalu menarik, apa sih menariknya melihat kehidupan sehari-hari orang lain, anak kecil lagi, mendingan baca manga yang seru seperti Naruto atau Bleach misalnya. Tapi aku memang tipe orang yang lebih suka manga santai dan lucu seperti ini.
–
bahkan desktopku pun jadi gambar yotsuba…
Desktop – 960×600px/128 kb ^^
–
Satu hal yang paling kusukai dari yotsuba&! adalah penunjukkan kepolosan seorang anak berumur 6 tahun dalam menghadapi hal-hal baru, seperti di chapter 03 – Yotsuba & Global Warming, sebuah topik yang berat untuk seorang anak-anak, sehingga dia sampai menyatakan kalau ayahnya adalah musuh Bumi. Berbagai kepolosan yang ditunjukakn di chapter tersebut seakan mencoba mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita (sebagai orang dewasa) memberikan info yang bisa dimengerti secara mudah oleh anak-anak.
Salah satu bentuk kepolosan anak-anak yang sering kita temui dikehidupan sehari-hari adalah kecenderungannya untuk menirukan kelakuan orang tua atau orang-orang di sekitaranya. Contohnya di chapter 09 – Yotsuba & Revenge, dimana Yotsuba menirukan sebuah adegan balas dendam di “sinetron” yang ditontonnya bersama ayahnya. Sepintas kelakuan yang ditunjukkan adalah sesuatu yang lucu dan patut ditertawakan. Tapi bagi kita, seharusnya, harus bisa menangkap bahwa memberikan “input” kepada anak-anak harus disertai pemikiran yang masak, dikarenakan anak-anak belum dapat “memilih” untuk menerima contoh dari orang lain, mana yang baik dan mana yang buruk.
Satu paragraf di atas mengingatkan aku pada sebuah keadaan beberapa minggu lalu saat aku pulang dari Jogja naik kereta Pramex (Prambanan Express) ada sebuah scene dimana saya menganggapnya “Dilema 3 generasi” sebetulnya saya ingin menulisnya di sini beberapa minggu lalu, tapi terhalang buruknya koneksi internet… Begini ceritanya. Saat itu distasiun ada 4 orang, semuanya wanita, cuma berbeda generasi saja. Yang satu seorang nenek dengan cucunya yang kira kira berumur 5-6 tahun, dan satunya lagi ada dua orang ibu-anak yang anaknya saya rasa adalah teman dari cucu si nenek tadi. Sebuah kejadian yang menurut saya menjadi dilema adalah kejadian saat salah seorang anak ingin makan kue. Sang nenek mengeluarkan sekotak kue, membuka bungkus luarnya, membagi kue untuk ke dua anak kecil tadi, dan si nenek memasukkan sampah bungkus kue ke dalam sebuah plastik tersendiri untuk dibuang ke tempat sampah nantinya. Sebuah contoh yang baik bukan? … Beberapa saat kemudian si Ibu mengeluarkan sebuah kue lain, membuka bungkus kertasnya dan membuangnya dengan santainya di lantai. Contoh yang buruk menurut saya…
Saat masuk ke dalam gerbong kereta, saya berhadapan lagi dengan orang-orang di atas (minus ibu dari salah satu anak karena tidak mendapat tempat duduk yang bersebelahan dengan anaknya). Sesaat kemudian seorang anak merengek meminta kue lagi. Sang nenek mengeluarkan 2 kue dan memberikannya masing-masing satu kepada kedua anak, si cucu dari nenek tersebut membuka bungkus kue dan memasukkan sampahnya ke tas plastik belanjaan si nenek, dan si anak dari ibu tadi membuka bungkus kue dan membuangnya begitu saja ke lantai. Apa yang terjadi di sini? Orang bodoh pun dengan sedikit pancingan bisa menyatakan “Like father like son” eh ” Like Mother like daughter”, sang anak menirukan kelakuan orang di sekitarnya, lalu siapa yang “mengajari” sang Ibu untuk membuang sampah sembarangan? Saya rasa salah seorang manusia dari generasi sang Nenek tersebut. Benar-benar sebuah pelajaran yang menarik.
Ah jadi ngelantur deh…
note: itu aku tulis link doank soalnya kalau aku tampilin gambarnya, aku sendiri ga kuat browsing blog ku sendiri *___*, hai pemerintah di atas, urusin dunk nih koneksi internet di Indonesia, udah mahal, nggak stabil, keong lagi… Masalah moral menyangkut situs porno dsb, biar kita sendiri deh yang urus, kaya lagunya om Iwan Fals – Manusia setengah dewa ini nih…
Masalah moral, masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu, urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
- Shu Phu -
wuih, aku juga suka banget sama yotsuba…
ceritanya polos banget, lucu!!
awalnya juga temen-temen aku banyak yang gak yakin gitu pas aku tawarin buat baca yotsuba. ternyata besoknya di sekolah dia teriak-teriak minta lanjutannya…katanya yotsuba tuh bego, tapi ga pura-pura bego..
Komentar oleh ita — Mei 31, 2008 @ 1:51 pm
aku juga suka banget sama yotsuba…pertama kali liat da suka banget…hihihihihi…udah jarang anak sepolos itu…
Komentar oleh Dee — Agustus 14, 2008 @ 11:34 am
aku juga suka banget
tapi komiknya dah ampe no berapa ya?
aku baru sampe nomer 6
-__-
Komentar oleh fefe — September 13, 2008 @ 7:17 pm
di jepang kalau ga salah udah sampai chapter 56-an pas awal september kemarin [sekitar volume 8]
Komentar oleh Akimoto Naoki — Oktober 8, 2008 @ 12:49 am
ntuh komik…dudul.tapi seru.gakpapa deh tekor bis lebaran kemarin.
paling imut pas yotsuba jadi malaikat bunga. what a lovely girl
Komentar oleh indri-koiwai — November 3, 2008 @ 12:04 pm
Hi Akimoto! Aku juga baca Yotsuba.. punya koleksi komiknya dari No. 1-7 (No. 8 blum keluar), dan suka banget!!! Emang dari dulu lebih suka komik yang menonjolkan kehidupan sehari2. Komik Yotsuba selain enak alurnya untuk diikuti, gambarnya juga bagus dan realistis tapi juga cartoon-ish.
Yang paling kuat itu karakter bapaknya Yotsuba dan hubungannya dengan anaknya, karena keluarga yang ngga lazim, cuma ada ayah dan satu anak perempuan tapi dari yang tidak lazim ini kita menyaksikan sesuatu hubungan yang sederhana namun indah
Komentar oleh therry — November 6, 2008 @ 7:26 pm
aku juga suka yotsuba coz dia tu lucu banget imut n energik banget lucu deh kalau aku baru nyampe nomer 4 yang lain belum beli
Komentar oleh vivi — November 8, 2008 @ 9:02 pm
aq jg suka bgt sama yotsuba…
lucu bgt….
klo buku 8 dah keluar…
indormasi ya ke aq…
soalna aq tunggu” bgd
Komentar oleh LieLien — November 11, 2008 @ 10:42 pm