Phantasmagoria : When Reality turns into a Fantasy.

Juni 10, 2010

Balada Kartu Mahasiswa

Filed under: Koar koar bergembira — Pulung Septyoko @ 8:01 pm

Akhir-akhir ini ada kabar kalau beliau Universitas Gadjah Mada mewajibkan setiap kendaraan bermotor untuk memiliki KIK (Kartu Induk Kendaraan), semacam kartu parkir khusus civitas akademika, karyawan, dan mitra gitu. Salah satu syaratnya adalah fotokopi kartu mahasiswa.

Saya yang notabene hampir *piip* tahun kuliah di UGM, dan belum pernah sekalipun memiliki kartu mahasiswa sedikit bingung, mana nggak bisa pakai GMC. Akhirnya saya pun menyerah dan menyeret kaki saya yang malas ini ke gedung pusat UGM, jaraknya yang amat sangat jauh itulah yang membuat saya sangat malas ke gedung pusat, bayangkan, 100 meter dari FISIPOL.

Sesampainya di sana ada seorang mahasiswa tahun 2008, datang bawa laporan kehilangan KTM dari kepolisian, dan dia sepertinya panik nggak jelas. Dan saat itu pula saya tahu, biaya pembuatan KTM itu 20 ribu, saya ikut panik.

Boro boro 20 ribu, uang saya cuma 50 ribu, kalau saya paksain “beli” KTM, sisa 30 ribu, nggak cukup buat beli bensin pulang ke solo, bisa tersesat di jogja, jadi gelandangan terus bikin usaha kecil kecilan dan jadi jutawan ane kalau gini caranya. Tapi sudahlah, saya beranikan bertanya.

“Pak, saya angkatan 200*piiip* sampai sekarang belum pernah ngambil KTM pak, gimana ya pak?”
“Loh, kalau belum pernah ambil KTM kan ada KTM sementara, yang panjang itu, masih ada?”
“Boro-boro pak masih ada, saya aja lupa dengan eksistensi KTM sementara itu pak, gimana ya pak?”
“Nomor mahasiswa berapa?”
“19*piip*piip*piip*piip* pak.”
“Saudara piko ya?”
“Bener pak.”
“Wah, gimana ya mas. Syarat ngambil KTM baru kan menukarkan KTM sementara.”
“Wah gimana juga ya pak, bagaimana mungkin barang *piip* tahun yang lalu bisa saya temukan diantara tumpukan buku buku tebal yang saya lahap selama kuliah di sini selama *piip* tahun ini?”
“Ya… Iya juga sih ya mas, ya udah saya bikinkan saja. Yang dulu pasti udah dibuang, kita cuma nyimpen sampai angkatan 2008.”
“Oh gitu, makasih banyak pak”

*Sang mahasiswi yang datang duluan tadi masih sibuk mencari nomor mahasiswa di catatan cellphonenya, rasanya ingin saya tanya “mbak, kalau HPnya ilang catatannya ilang, terus gimana mbak?” Tapi sudahlah, daripada muncul diskusi yang ujung-ujungnya itu-itu aja, saya memilih diam*

Sambil ngeprint kartu mahasiswa, sang petugas bertanya.
“Lah mas, kalau KRS-an terus gimana kalau nggak ada kartu mahasiswa? Anda fakultas apa sih?”
“Fisipol pak, di sana nggak usah ngasih KTM, dosen & front officenya hafal semua kok sama mahasiswanya.”
“Oh gitu, Jadi anda kuliah hampir *piip* tahun belum pernah sekalipun punya KTM?”
“Iya pak, belum”
“Edan, ini silahkan, anda belum pernah bikin kan? Nggak usah bayar kalau begitu.”
“Wah, makasih banyak pak.”

dan saya melangkah keluar bagian pendidikan gedung pusat UGM dengan heppi heppi~

Oktober 1, 2009

Ngangkring…

Filed under: Koar koar bergembira — Tag: — Pulung Septyoko @ 5:34 pm

Ngangkring… a V+ing, Ngangkr + ing…
I just don’t know what it means😐
*balik makan di angkringan…*

Shu Phu
– Yang lagi rada stress… –

September 23, 2009

No Fear Tribe on Fallacious Okolnir

Filed under: Koar koar bergembira — Tag:, , , , — Pulung Septyoko @ 2:52 am

Tadi malem sehabis WOE, iseng ikut anak-anak NFT bikin Brynhild.
[Klik gambar untuk memperbesar :3]

Persiapannya…

Brynhild - Preparation

Brynhild - Preparation

3 High Priests, 3 Champions, 1 Professor, 2 Snipers, 3 High Wizards, 1 Paladin, 2 Clowns, 2 Biochemists. Total 17 Orang, 1 orang lebih banyak dari batas minimum Okolnir (16 Orang), Lumayanlah…
(more…)

Agustus 25, 2009

Keyboard baru euy…

Filed under: Koar koar bergembira — Tag: — Pulung Septyoko @ 7:00 pm

Keyboard baru euy…

Iseng, saya tulis sebuah status di account FaceBook saya :
“The only one I would married to is she who could steer me to the right path…”“Satu-satunya orang yang akan menikah dengan saya adalah wanita yang dapat menuntun saya ke jalan yang benar…”
Ada satu response yang menarik. “And she said that too, and what would you say?” – “Dan dia mengatakan hal yang sama, lalu apa yang akan kau katakan?” Dan jawaban saya “Tentu saja Simbiosis Mutualisme, kita berdua saling mengingatkan demi kebaikan kita bersama…”

Sebetulnya saya sudah sering mengatakan hal ini ke beberapa forum, mencoba memancing tanggapan-tanggapan yang menarik. Suatu ketika di saat teman saya akan menikah dan saat itu entah bagaimana alur pembicaraannya, saya ditanya kenapa saya sampai sekarang belum punya calon, saya katakan hal yang sama di saat itu…

Aku : Ane cuma mau nikah sama cewe yang bisa ngajak gw bener…
Bunga (Nama disamarkan) : Yah, masa kamu cowo harus dituntun cewe si?
Aku : Bukan gitu maksudku, kalau emang akhirnya ane nikah sama cewe yang bener-bener cinta mati sama ane, terus semua yang ane lakuin dia amin-i begitu saja, yang repot ya gw lah…
Kumbang (Bukan nama sebenarnya) : Wah, kaya pendukung bunda M itu, pokoknya hidup M, dan yang lain pasti salah…
Aku : Nah iya kan, kalau itu runyem namanya, bukan pendukung itu, penjerumus namanya…
Kumbang : Nah, itu makannya besok kalau aku salah, kamu ingetin ya yang…
Bunga : Iya-iya, tapi kamu juga harus mau dengerin, ntar diingetin marah lagi…
Aku : Yang penting kan saling mengingatkan, bukan karena cowo yang jadi kepala rumah tangga terus yang cewe cuma bisa ngikut aja…
Bunga : Betul itu, yang jelas aku nggak mau kalau besok kamu main paksa aja…
Kumbang : Iya… Pokoknya yang lembut-lembut aja deh…
Bunga : Terus kamu Shu, kalau nggak ada cewe yang bisa begitu ke kamu gimana?
Aku : Gampang aja, bikin aja satu, toh cewe banyak kok…
Kumbang : Maksudnya dipengaruhi sedemikian rupa biar bisa berfikir seperti itu?
Aku : Yup.
Kumbang : Enak kali ya jadi kau itu, bisa ngomong gitu seenaknya.
Aku : Lah, hidup emang enak kok, ngapain di bikin susah, yang rada susah kan emang nyari yang pondasinya pas…
Bunga : Aku punya temen banyak, mau ku kenalin?
Aku : Nggak usah, kamu kenalin aku aja sama siapa gitu yang punya gedung buat di sewa buat nikahan kalian… *mengembalikan ke topik utama sebelum dicomblangin lagi*

ShuPhu
Yang ditanyain terus udah punya pacar apa belum sama ibu…

Agustus 24, 2009

Zen Z200

Filed under: Koar koar bergembira — Pulung Septyoko @ 7:14 pm

Akhirnya setelah hampir 1 bulan saya nggak pake keyboard kalau make PC di rumah, tadi siang mampir ke Jogjatronik…

PowerLogic Zen Z200 | IDR235.000

PowerLogic Zen Z200 | IDR235.000


Lumayan enak buat ngetik, ada pelapis anti debunya, cuma posisi keynya rada beda sama keyboard yang lama, jadi harus menyesuaakan diri dulu…

Shu
– Yang punya keyboard putih baru…

Older Posts »

Blog di WordPress.com.